Sejarah Baca Tulis

Sejarah Baca Tulis – Menurut para ahli sejarah, manusia purba saling berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi hanya berupa gerakan tangan dan dengusan. Manusia purba belum bisa membaca dan menulis. Pada waktu itu, belum ditemukan alat tulis dan cara menulis. Apa pun yang didengar, dilihat, dan dialami belum bisa dicatat.

Sejarah Baca Tulis

Sejarah Baca Tulis

Apakah kamu dapat mengingat semua hal yang terjadi tujuh tahun yang lalu? Ternyata, daya ingat manusia sangat terbatas. Tidak semua hal yang didengar, diucapkan, dan dialami dapat diingat kembali.

Keadaan inilah yang mendorong manusia mencari cara menyimpan informasi yang pernah didengar, dilihat, atau dialaminya. Manusia purba menyimpan informasi dalam  bentuk gambar, lukisan, simpul tali, ukiran, dan prasasti.  Berbagai media telah digunakan oleh manusia purba.  Misalnya, dinding gua, batu, tulang, pohon, dan tanah liat.

Salah satu bukti manusia purba menyimpan informasi adalah penemuan lukisan binatang pada dinding gua di benua Afrika. Hal tersebut merupakan bukti bahwa manusia purba sudah dapat menyimpan informasi dalam bentuk lukisan atau gambar. Masa ketika manusia belum mengenal baca tulis disebut zaman prasejarah atau prehistoric.

Bangsa Sumeria diyakini sebagai bangsa yang pertama kali dapat membaca dan menulis. Hal ini dibuktikan oleh penemuan tulisan pada lempeng tanah liat yang dibuat sekitar tahun 4100 SM (Sebelum Masehi) sampai tahun 3800 SM.

Pada masa yang hampir bersamaan, bangsa Mesir kuno juga telah dapat membaca dan menulis. Bangsa Mesir menggunakan huruf berupa gambar-gambar atau piktograf. Setiap simbol mempunyai bentuk bunyi atau lafal yang berbeda sehingga simbol tersebut dapat membentuk kata, kalimat, dan bahasa.

Bangsa Mesir telah menulis pada lembaran papirus sejak tahun 3000 SM. Papirus adalah sejenis tanaman yang banyak dijumpai di sepanjang sungai Nil. Papirus dapat diolah menjadi lembaran-lembaran yang dapat ditulis. Menulis informasi pada lembaran papirus jauh lebih mudah daripada menulis di batu atau tanah liat.

Pada tahun 150 SM, raja Mesir bernama Pharaoh Ptolemy V, melarang ekspor papirus untuk Raja Eumenes dari kerajaan Pergamon. Hal inilah yang kemudian mendorong penemuan parchment. Parchment dibuat dari sejenis kulit hewan, seperti kulit domba, kambing, dan sapi. Menulis pada selembar parchmentjauh lebih mudah dibanding dengan menulis pada papirus.

Pada tahun 1600 SM, bangsa Cina telah mulai menggunakan huruf kanji. Tiga ribu tahun setelah penemuan papirus, bangsa Cina menemukan kertas. Kertas lebih mudah ditulis dibanding dengan menulis pada papirus atau parchment.

Kertas dibuat pada masa dinasti Han, yaitu sekitar tahun 100 SM. Orang yang pertama kali memproduksi kertas adalah Ts’ai Lun. Ribuan tahun setelah bangsa Cina menemukan kertas, barulah bangsa India, Arab, dan bangsa-bangsa lain menggunakan kertas untuk keperluan baca tulis.

Bagaimana perkembangan baca tulis di Indonesia? Perkembangan baca tulis di Indonesia ditandai dengan ditemukannya prasasti Kawali di Pasir Muara Bogor.

Kata Kunci :

Pada masa orang belum mengenal membaca dan menulis disebut masa,bangsa pertama yang membuat sistem tulisan adalah,sejarah baca tulis,orang yang tidak bisa membaca dan menulis disebut,bangsa pertama yang membuat sistem tulisan,sejarah singkat baca tulis,bangsa yang pertama kali mengenal aksara,ceritakan secara singkat sejarah baca tulis,masa orang belum mengenal baca tulis disebut masa,sejarah tentang membaca
Sejarah Baca Tulis | admin | 4.5
Leave a Reply
DMCA.com Protection Status top technology sites Technology Blogs